Sebuah Oase

Featured

Ditengah carut marutnya situasi pasca badai krisis ekonomi yang berimbas pada krisis multidimensi tiba tiba kondisi bangsa ini menjadi sangat memprihatinkan. Sebagai anak bangsa yang meyakini akan adanya Sang Khalik, tidak sepatutnya membiarkan hal ini terus terjadi. Maka dengan teriakan lantang, seorang Ary Ginanjar mengukuhkan Visi Indonesia Emas 2020. Satu Visi yang menggetarkan hati nurani. Satu kesadaran kita. Dan tiba tiba visi ini menjadi mimpi semua orang. Menginspirasi setiap insane di negeri ini.
Untuk mendukung terwujudnya visi ini, beberapa Alumni ESQ berkumpul dan mendirikan lembaga, dengan moment pertama pemberian bantuan kepada korban bencana Tsunami Aceh.
Ternyata aktivitas lembaga ini terus bergerak mendapat sambutan hangat dari tiap Alumni ESQ penuh semangat. Maka dalam pejalanannya lembaga ini resmi menjadi lembaga kemanusiaan ESQ. Selain menggali donasi lainnya lembaga ini secara resmi juga menampung dan menyalurkan dana Zakat, Infaq, dan Shodaqoh, hal ini dilakukan berdasarkan SK BAZNAS No. 05 Tahun 2006.

Spiritual Parenting “Mendidik Anak Sesuai Fitrah” oleh : Heidy Achadi (Trainer ESQ)

Untuk menciptakan generasi cinta kepada Allah, kita harus lebih dahulu memiliki misi dan visi yang mulia. Misi kehidupan tertinggi yaitu pengabdian kepada Allah Yang Maha Kuasa, sesungguhnya misi ini telah ada, terpatri dalam jiwa manusia ketika manusia diciptakan. “Sungguh, bagi orang yang taqwa ada tempat yang aman dan bahagia”(QS An-Naba’a 78.31). 

Membangun generasi emas harus dimulai dengan kejujuran dan ditunjang dengan Sumber Daya Manusia ( Human Resources) yang baik : Skil dan knowledge lebih besar 10%- 20%, Attitute juga harus lebih besar 80%-90%. Misalnya,  pilih mana?, Anak Anda jadi orang baik atau orang pintar?. Akhirnya banyak orang mengakui bahwa akhlak yang baik memegang kunci keberhasilan bukan kepintaran. “Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada jiwa mereka sendiri. (QS 13 Ar Ra’du ayat 11)

Heidy memaparkan tujuan dan panduan didalam mendidik anak yaitu : 1. Waktu bergulir tidak bisa kembali, kita tidak bisa mengulang waktu yang telah berlalu. 2. Betapa berharganya waktu saat kita membangun kecerdasan anak. 3. Belum tentu waktu yang kita lewati bersama anak, akan ada lagi esok hari, sementara anak terus tumbuh. Anak mulai di didik sejak dalam kandungan.  Sikap orang tua akan berpengaruh terhadap anak mulai dalam kandungan hingga dewasa. Rasulullah SAW bersabda : “Hormatilah anak-anakmu dan didiklah mereka. Allah memberi rahmat kepada seseorang yang membantu anaknya sehingga sang anak dapat berbakti kepada Allah SWT.”    

Kehamilan adalah waktu yang penting dalam membentuk karakter anak, Orang tua dan anak memahami lima tujuan kehidupan : Pengabdian kepada Allah, Memenuhi perjanjian Ruh, Menjadi Khalifah, Siap menghadapi ujian kehidupan, Pertanggung jawaban kepada Allah. Heidy menyebutkan Lima langkah Spiritual parenting :1. MissionStatement 2. CharacterBuilding 3. Self Controlling 4. Strategic Collaboration 5. Total Action.

Jangan putus asa dalam melaksanakan spiritual parenting yang berkepanjangan.

Cara pengasuhan anak yang didasari dengan kekuatan  cinta sehingga sang anak akan memandang kehidupan secara positif dan mampu mengubah tantangan menjadi peluang kesuksesan. Segala lelah payah melahirkan, membesarkan, dan mendidik buah hati akan terbayar manakala menyaksikan mereka bermanfaat bagi masyarakat dan bangsa.   Semoga apa yang disampaikan pemateri bermanfaat bagi kita semua. Amiiin Ya Robbal Alamin. (SR).

“ISLAM BERKEMAJUAN” Ustadz Nadjib Hamid (Wakil Ketua MUI Jatim) 23 Februari 2014

KAJIAN : Sesi penyampaian materi oleh Narasumber

Kajian kali ini bertempat di conference Hall 2 Dinas Pendidikan Kota Probolinggo. Acara dibuka oleh ketua kajian Bapak DB.Hendrawan. Ustadz Nadjib mengatakan bahwa kondisi mental dan psikologi umat islam Indonesia setelah zaman reformasi belum kunjung berubah. Masih terkepung oleh berbagai isu ,masih saja terus menghantui . Padahal ,islam tetap terus berkembang dengan wajar, baik di Indonesia dibanyak belahan dunia. Banyak orang yang merindukan kembali kepada sunnah Nabi SAW, dan di sisi lain ada yang dengan sangat percaya diri menggagas perlunya merujuk konsep liberalisme. Hingga memunculkan dua kelompok (ekstrem) Muslim “Puritan dan “Liberal. Dua kutub ekstrem yang kadang-kadang saling menafikan, yang justru menenggelamkan umat islam kedalam keterpurukan yang lebih parah menjauh dari spirit islam yang dikenalkan oleh Nabi SAW sebagai rahmatan lil’alamin. Padahal,masyarakat islam di Indonesia ini mayoritas dalam kuantitas, tetapi mentalnya minoritas, karena kualitasnya ada sikap ketidak percayaan diri.

Akibatnya islam menjadi terkotak-kotak dan jauh dari porosnya. Padahal tawaran nilai-nilai islam dalam Al Qur’an sangat ramah terhadap kemajuan zaman. Pada saat itu gagasan-gagasan KHA Dahlan tentang islam sangatlah maju,dia menawarkan “Islam yang berkemajuan” bukan islam yang “Jumud” (mandek).bahwa islam akan maju dan berpengaruh jika islam hadir sebagai peradaban. Untuk mencapai islam yang berkemajuan, umat islam harus maju dalam semua bidang.

Ustadz Nadjib memaparkan diantara gagasan Islam yang berkemajuan: Pertama, Islam tidak boleh hanya terkonsentrasi pada sisi ekonomi (amal Usaha). Porsi keagamaan pada posisi terpenting sebagai fondasi awal untuk membangun peradaban. Hal ini bisa diartikan bahwa umat islam bukanlah  yang menguasai ekonomi kapitalis dunia tetapi umat islam yang menguasai ekonomi islam yang mepengaruhi dunia.  Kedua, Pendidikan yang berkeislaman diperlukan sumberdaya manusia kompetitif dan religious. Dua karakter kepribadian ini sangat penting untuk membangun peradaban islam. Disamping itu pendidikan yang islami juga berperan untuk menciptakan ilmu pengetahuan dan teknologi yang maslahat bagi umat. Ketiga, ekonomi yang berkeislaman sangat diperlukan untuk membangun karakter bisnis yang adil dan menguntungkan bagi semua pihak. Islam yang berkemajuan tidak perlu menghindari kemajuan teknologi tetapi memanfaatkan kemajuan teknologi untuk kemajuan islam.

Sebelum acara kajian ditutup para peserta kajian diajak untuk berdzikir Asmaul Husna agar lebih mengenal satu persatu suara hati kita , Apakah selama ini kita telah mendengar sifat Allah lewat suara hati dalam keseharian kita, Diakhir acara ada pemberian doorprice  kepada peserta kajian yang datang tepat waktu, Semoga apa yang disampaikan pemateri bermanfaat bagi kita semua. Amiiin Ya Robbal Alamin. (SR).

LK ESQ dan FKA Probolinggo Dalam Peduli Bencana Kelud Warga Blitar

BANTUAN : Warga desa Gambar Anyar Glegok Blitar saat terima bantuan

Duka masyarakat yang berada didaerah sekitar Gunung Kelud, semenjak terjadinya erupsi beberapa bulan  lalu ternyata membawa simpati banyak pihak. FKA ESQ Probolinggo didukung oleh LK ESQ probolinggo, pada tanggal 2 Maret 2014 mengadakan baksos Peduli Bencana Erupsi Gunung Kelud didesa Gambar Anyar Kecamatan Sumber Asri Nglegok  Kabupaten Blitar.

Dalam Kesempatan itu  FKA ESQ dan LK ESQ Probolinggo  mengapresiasi acara tersebut dengan baik. Terbukti dengan waktu  yang sangat singkat  mencari donatur  dan membuka posko di Sekretariat LK ESQ probolinggo,  khusus untuk penggalangan dana dan Pakaian layak pakai bagi  masyarakat Blitar  yang terkena imbas erupsi Gunung Kelud. Donasi yang terkumpul disekretariat  FKA ESQ Probolinggo mencapai 200 paket sembako dan 15 dos pakaian layak pakai, sembako berupa kebutuhan bahan pokok seperti beras, minyak goreng, mie instan, kornet dan masakan jamur kaleng siap saji untuk kemudian kami salurkan kepada masyarakat yang membutuhkan khususnya warga Desa Gambar Anyar Kecamatan Sumber Asri Nglegok  Kabupaten Blitar.

JAJARAN TIM : Rombongan FKA ESQ-LK ESQ Probolinggo

Rombongan dilepas tepat pukul 00.00 WIB dari kantor Sekretariat FKA ESQ Probolinggo oleh Korda FKA ESQ Probolinggo, Cipto Santosa. Dalam sambutannya “ bahwa motivasi untuk membuka posko peduli bencana kelud sebagai bentuk kepedulian kita kepada masyarakat Blitar”.

Bantuan ini diserahkan dihalaman masjid Subulussalam kepada Kepala desa Gambar Anyar disaksikan aparat-aparat setempat dan sebagian bantuan langsung disalurkan ke rumah-rumah penduduk . Masyarakat  korban bencana sangat berterima kasih kepada para donatur  karena telah meringankan beban penderitaan akibat bencana erupsi Gunung Kelud. Semoga amalnya diterima Allah SWT. Aamiin. (SR)