Sebuah Oase

Featured

Ditengah carut marutnya situasi pasca badai krisis ekonomi yang berimbas pada krisis multidimensi tiba tiba kondisi bangsa ini menjadi sangat memprihatinkan. Sebagai anak bangsa yang meyakini akan adanya Sang Khalik, tidak sepatutnya membiarkan hal ini terus terjadi. Maka dengan teriakan lantang, seorang Ary Ginanjar mengukuhkan Visi Indonesia Emas 2020. Satu Visi yang menggetarkan hati nurani. Satu kesadaran kita. Dan tiba tiba visi ini menjadi mimpi semua orang. Menginspirasi setiap insane di negeri ini.
Untuk mendukung terwujudnya visi ini, beberapa Alumni ESQ berkumpul dan mendirikan lembaga, dengan moment pertama pemberian bantuan kepada korban bencana Tsunami Aceh.
Ternyata aktivitas lembaga ini terus bergerak mendapat sambutan hangat dari tiap Alumni ESQ penuh semangat. Maka dalam pejalanannya lembaga ini resmi menjadi lembaga kemanusiaan ESQ. Selain menggali donasi lainnya lembaga ini secara resmi juga menampung dan menyalurkan dana Zakat, Infaq, dan Shodaqoh, hal ini dilakukan berdasarkan SK BAZNAS No. 05 Tahun 2006.

Pasukan Iblis VS Barisan Malaikat

Ir. H. Agus Mustofa (Narasumber) saat Memaparkan Materi Kajian

 

Kajian Ramadhan 1435 H kembali menghadirkan Ir. H. Agus Mustofa, bertempat di Graha Pena lt. 2 Pena Room Jl. A. Yani Surabaya pada (6/7/2014). Dalam acara yang diadakan LK ESQ Jatim dan terbuka untuk umum ini mengambil tema bedah buku seri 38 “Pasukan Iblis VS Barisan Malaikat”.

Mengawali isi kajian, ustad yang 14 tahun mantan wartawan Jawa Pos ini menuturkan bahwa masih banyak diantara kita yang cara beribadahnya terjebak pada ritualitas semata sehingga ruh/substansi ibadah itu tidak bisa dicapai. Misalnya Zikir hanya sekedar menggumam/sebut nama saja, puasa hanya dapat laparnya saja, haji/umroh sebagai darmawisata, shalat tapi masuk neraka, zakat terukur hanya menunaikan kewajiban belaka. Beliau menambahkan bahwa di dalam ibadah itu sesungguhnya ada pelajaran baik dan benar pun juga ada ilmu yang harus dipahami secara benar. Puasa itu harusnya menyehatkan dan membentuk pribadi yang takwa demikian juga shalat, zikir dan zakat karena dalam beragama itu tidak hanya logis tapi juga mampu dirasakan.

Menyinggung soal tema tentang Iblis dan Malaikat, Pengarang buku yang baru saja membuat loncatan sejarah dengan mengusung konsep metode Astrofotografi dalam menentukan hisab/rukyat awal puasa ini menjelaskan bahwa banyak diantara kita yang masih rancu tentang perbedaan iblis dan setan. Kerancuannya adalah karena kebanyakan kita menganggap kedua-duanya adalah makhluk yang bersosok. Padahal, kalau kita telusuri dari ayat-ayat Al Qur’an kita akan memperoleh kejelasannya, bahwa setan bukanlah sosok, melainkan sifat alias karakter. Sedangkan iblis adalah makhluk yang bersosok, yakni dari golongan jin.

QS. Al An’aam (6): 112 ~ Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dan jenis) jin, sebagian mereka membisikkan kepada sebagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia). Jikalau Tuhan-mu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerja-kannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan.

Maka, kembali kepada permasalahan yang sedang kita bahas di bagian ini, apa kaitannya setan dengan iblis? Iblis adalah sosok yang berasal dari bangsa jin. Sedangkan setan adalah sifat yang melekat pada si Iblis tersebut. Dan sifat-sifat setaniyah itu lantas ditularkan oleh Iblis kepada anak keturunannya. Juga kepada jin-jin lain yang menjadi teman-teman dan anak buahnya. Juga kepada manusia-manusia yang terpengaruh oleh bujuk rayunya.

Registrasi Peserta Kajian

Dengan demikian, sebenarnya bukan setan yang menjadi derivasi dari Iblis, melainkan sebaliknya iblislah yang menjadi derivasi dari setan. Dengan kata lain, kita bisa mengatakan bahwa Iblis sebenarnya telah kerasukan sifat-sifat setan. Apa saja sifat-sifat setan yang telah merasuki Iblis? Iblis telah kerasukan sifat-sifat setaniyah berupa kesombongan. Sehingga, sebenarnya korban pertama kejahatan setan bukanlah manusia, melainkan bangsa jin yaitu Iblis. Sebagai ‘korban pertama’ ia lantas mencari korban-korban berikutnya untuk menemaninya menjadi penghuni neraka.

Sang korban pun lantas menjadi aktor utama dalam menyesatkan siapa saja secara membabi buta, dikarenakan dendam yang menyala-nyala. Lantas, sejak kapan sifat-sifat setan itu ada? Setan sebagai sifat keburukan sebenarnya sudah ada sejak alam semesta ini diciptakan. Kegelapan adalah variable pertama dan utama dalam sifat-sifat setaniyah. Dimana ia muncul bersamaan dengan diciptakannya cahaya. Dimana ada cahaya, maka di baliknya selalu ada kegelapan.

Itulah sebabnya kegelapan menjadi simbol utama bagi kejahatan, ketersesatan, pembangkangan, kekejaman, kerusakan, dan berbagai sifat antagonis yang cenderung menghancurkan. Sebaliknya, cahaya menjadi simbol kebaikan, ketaatan, kasih sayang, jalan lurus, dan berbagai sifat protagonis yang memunculkan kesejahteraan, ketertataan dan kedamaian.

Jangan memilih jalan kegelapan yang memudahkan Iblis memiliki momentum untuk mengerahkan pasukannya menebar kehancuran lewat tangan-tangan kita sendiri. Yang seharusnya kita lakukan adalah memilih jalan terang benderang yang mengajarkan kejujuran, integritas dalam kebaikan dan kemaslahatan, serta kesederhanaan dalam niatan untuk membangun kemajuan dan kesejahteraan bersama. Itulah ‘jalan cahaya’ yang akan membimbing kita untuk menuju kepada Sang Maha Cahaya, Allah Azza Wajalla.

Barisan para malaikat hadir bagi orang-orang yang ikhlas menjalani hidupnya demi kebenaran, karena Allah semata. Inilah jalan pembebasan. Jalan lurus yang terang benderang. Jalannya orang-orang yang bakal memperoleh kenikmatan. Bukan jalannya orang-orang yang dimurkai Allah, dan bukan pula jalannya orang-orang yang tersesat.

Peserta perdalam pengetahuan dengan bertanya

Sang Maha Cahaya akan selalu menerangi jalan hamba-hamba-Nya dengan mengirimkan barisan malaikat sepanjang kehidupan. Dan ketika cahaya itu hadir dalam hidup kita, maka segala bentuk kegelapan pun akan sirna. Kita menjadi tahu sejelas-jelasnya dan sadar sesadar-sadarnya untuk selalu memilih jalan kebaikan dan kebenaran. Serta meninggalkan jalan kegelapan..! Ujarnya.

Diakhir acara dibuka sesi Tanya jawab seorang penanya menanyakan tentang lailatul qodar apakah perlu dicari atau cukup pasrah saja ?

Menanggapi hal yang demikian lelaki yang gemar memakai songkok coklat bertali ini menyampaikan bahwa lailatul qodar itu secara otomatis akan sampai atau singgah pada siapapun yang melakukan amal-amal  dan ibadah puasa secara baik dan istiqomah. Seorang mukmin hendaknya fokus melakukan proses ibadah dan bukan pada hasil atau tujuan.

Bunda Eny dari Sidoarjo memanfaatkan sesi tanya jawab

Penanya yang lain Ibu Eny Sidoarjo menanyakan bahwa dalam beriman itu kadang bertambah dan berkurang, kadang baik dan tidak, bagaimana caranya agar kita selalu menjadi orang baik ?

Agus menandaskan bahwa dalam beragama itu harus berakal lebih dulu sementara untuk menjadi baik maka seseorang itu harus berilmu dan di dalam ilmu itu kita akan berproses memahami sesuatu dengan benar.  Tandasnya. (Choir)

Senang Jika Melihat Anak-anak

Dra. Wiwiek Teddy Ontoseno (Ketua Umum YPAC Surabaya)

Tidak semua orang memiliki panggilan hati, jiwa dan empati kepada sesama terlebih mereka yang lahir membawa cacat bawaan atau lazim disebut anak berkebutuhan khusus. Sedikit yang bisa memberikan ruang di hatinya pada mereka ini, bagi kebanyakan orang mengukur bahwa bekerja merupakan proses pencarian sarana dan kesejahteraan hidup, orientasi materi dan hasil yang sebanding dengan segala jerih payah yang telah dilakukan. Namun tidak demikian dengan tokoh profil yang satu ini yang menghabiskan waktu, pikiran dan tenaganya untuk mengurus anak-anak cacat fisik dan mental tersebut.

Dia adalah Wiwik Teddy Ontoseno (Ketua Umum YPAC Surabaya), ibu yang supel dan bersemangat ini datang ditemani 2 pengurus yang lain yaitu dr. Indrawati Hendro Martono (Sie Dana), Dra. Hj. Ien Soeharsono (Ketua 1) ditemui secara langsung oleh Ketua LK ESQ Jatim Hj. Iswachyu Dhaniarti, DS, ST, M.HP. menuturkan bahwa kehadiranya ke LK ESQ Jatim, 8/7/2014 adalah menyampaikan ucapan terimakasih atas peran dan partisipasi LK ESQ Jatim kepada YPAC selama ini. Dengan gaya merendah Wiwik menyampaikan akan berguru menimba ilmu ke bunda Yayuk karena ingin membesarkan YPAC sementara kendala dan hambatanya banyak sekali dijumpai.

YPAC sebagai lembaga non profit dan bersifat nirlaba tentu tidak akan menjalankan proses reorientasi, dari sosial menjadi bisnis sesuai regulasi Pemerintah. Wiwik mengaku bahwa minimnya iuran yang dibebankan kepada orang tua siswa sangat tidak sebanding dengan beban jumlah operasional lembaga. Setiap bulan lembaga ini mengalami defisit, sementara cadangan investasi sudah semakin menipis, dan ini tak bisa dibiarkan tutur beliau.

Kegigihan dan semangatnya dalam mengelola YPAC dipicu oleh kecintaanya kepada anak-anak. “Saya senang jika melihat anak-anak, ini yang membuat saya juga tidak merasa lelah dan selalu ihlas dalam bekerja”, ujarnya.  Rasa empati ini lah yang mendorong Wiwik tak mau menyerah dan terus mencari solusi atas segala permasalahan finansial yang dialami lembaga ini. Beliau mengetuk baik perorangan maupun korporasi bersedia untuk menjadi donatur demi  kesinambungan lembaga ini.

Dikelola 61 Pegawai dengan subsidi pemerintah yang rendah, Wiwik tidak menampik adanya anggapan bahwa gaji mereka jauh dari kelayakan. Upaya sedang dilakukan untuk menghadap Walikota Surabaya Trirismaharini dalam waktu dekat ini. Dengan berharap ada solusi dari Pemerintah Kota Surabaya dalam mengatasi permasalahan ini. (Choir)

17 Program Semarak Ramadhan 1435 H

Semarak Ramadhan Berbagi

Ramadhan adalah bulan panen pahala dan kebaikan, Allah akan melipatgandakan setiap amal shalih dan amal ibadah yang dilakukan hamba-hamba-Nya. Dari satu kebaikan pahalanya akan dicatatkan sebagai 10 kebaikan, 700 kebaikan bahkan lebih daripada itu. (Al-Hadits)

Sebagai Lembaga Kemanusiaan yang merupakan wadah total action Alumni ESQ khususnya dan Masyarakat secara luas, LK ESQ Jatim kembali menghimpun donasi Infak, Zakat dan Sedekah dari para Donatur yang kemudian di distribusikan kepada para dhuafa, dan Mustahik.

Untuk memaksimalkan ikhtiar tersebut LK ESQ Jatim turut ambil bagian dalam “Syiar Ramadhan Berbagi” dengan membantu, menyalurkan, mengadakan program-program selama bulan Ramadhan. Tercatat 17 Program sudah disalurkan untuk membantu, memberikan rasa bahagia bagi masyarakat dhuafa secara luas.

Program-program Kegiatan Ramadhan yang sudah dilaksanakan LK ESQ Jatim meliputi sebagai berikut :

1. Pembagian Takjil

Program ini dilaksanakan di awal Ramadhan mulai tanggal 30 Juni sampai dengan 21 Juli. Tak kurang 1500 paket takjil dibagikan bagi setiap pengendara jalan yang melewati jl. Arif Rahman Hakim Surabaya. Kegiatan pembagian takjil dilakukan setiap hari mulai pukul 17.00 sd selesai.

Manfaat takjil ini bisa dirasakan para pengendara jalan raya baik motor, sepeda angin, mobil, pejalan kaki, sopir taksi juga tukang becak. Pembagian takjil ini merupakan bentuk kepedulian LK ESQ Jatim kepada pengguna jalan yang tidak sempat menyiapkan takjil untuk berbuka puasa selama dalam perjalanan. Dengan pembagian takjil gratis ini, setidaknya  membantu mereka untuk sekedar membatalkan puasa.

 

2. Kajian ESQ 165

Minggu Pertama Puasa Ramadhan tepatnya pada Minggu (6/7/2014) LK ESQ Jatim mengadakan Kajian ESQ bersama Ir. Agus Mustofa (Penulis buku Tasawuf Modern) dengan mengangkat tema dari seri DTM ke 38  “Pasukan Iblis VS Barisan Malaikat” kegiatan kali ini mengambil tempat di Graha Pena, Pena Room lt. 2 Jl. A. Yani Surabaya.

 

3. Sahur On The Road

SAHUR : Suasana Pembagian Paket Sahut untuk Warga

Memasuki hari ke 15 bulan Ramadan tahun 1435 H, atau pada Sabtu (12/7/2014) LK ESQ Jatim kembali membuat gerakan sosial “Sahur On The Road,” dengan membagikan ratusan bungkus santap sahur kepada mereka yang kurang beruntung di Kota Surabaya.

Rute yang dilewati antara lain Jl. Menur, Bratang, Pucang (pasar), Dharmawangsa, Stasiun Gubeng, Pacarkeling (pasar), Mulyosari, Keputih dll.

 

4. Bingkisan Lebaran YPAC (Yayasan Penderita Anak Cacat)

Bunda Yayuk menyerahkan Bingkisan Lebaran dan diterima Wiwiek Teddy (Ketua Umum YPAC)

LK ESQ Jatim memberikan bantuan paket kue untuk takjil dan sejumlah 60 bingkisan lebaran dalam acara yang dihelat di Gedung Jati Asih Jl. Semolowaru YPAC Surabaya pada Sabtu (19/7/2014). Dalam acara yang bertajuk Buka Bersama dengan mengangkat tema “Bukan Bisa atau Tidak Bisa tapi Mau atau Tidak Mau”. Memberikan pelajaran bahwa kemauanlah yang membuat semuanya menjadi mungkin dan terjadi bukan karena kesanggupan bisa dikerjakan atau tidak.

 

5. Buka Bersama dan Santunan 150 Yatim

BUKA BERSAMA : Buka bersama di Plaza Gedung E Univ.Narotama

Buka Bersama dan Santunan Anak Yatim diadakan LK ESQ Jatim dengan mengundang sejumlah 150 anak yatim bertempat di Plaza Gedung E Universitas Narotama Surabaya pada Sabtu (19/7/2014).  Acara yang diadakan bekerjasama dengan Universitas Narotama, Behaestex dan Labbaik Chicken tersebut berjalan dengan baik disertai keceriaan dan rasa bahagia anak-anak setelah mendapat bingkisan uang saku dan buka puasa dari Labbaik Chicken berupa paket nasi + ayam dan burger.

 

6. Donasi Bantuan Palestina

LK ESQ Jatim memberikan donasi untuk Perjuangan Rakyat Palestina. Bantuan sejumlah 2 juta tersebut diterima 2 perwakilan mereka di ruang rektorat Senin (21/7/2014). Dalam kesempatan tersebut bunda Yayuk menyampaikan rasa keperihatinanya atas korban jiwa yang terjadi disana lebih-lebih anak-anak. Selain memberikan dukungan/support atas perjuangan mereka beliau juga mendoakanya atas perjuangan fiisabilillah mereka baik dalam membela kehormatan bangsa maupun memperjuangkan kemerdekaan rakyat Palestina.

 

7. Buka Bersama dan Santunan 1000 Yatim, Dhuafa

LK ESQ Jatim turut berpartisipasi dalam  memberikan bantuan pada acara yang diadakan BAZNAS Jatim bersama Hotel Mercure Grand Mirama, BNI Syari’ah, JNE, PLN, Wisata Hati, YDSF dll. Bertempat di Ballroom lt. 2 Mercure Grand Mirama Hotel Jl. Darmo Surabaya.

“Selain menikmati hidangan berbuka puasa, anak-anak yatim itu juga menerima paket liburan berupa paket bantuan alat tulis serta makanan dan uang santunan, Selasa (22/07/2014).

8. Bantuan Kursi Roda untuk Penderita

KURSI RODA : Aditya bersama ibunya saat menerima bantuan kursi roda dari LK ESQ Jatim

Bantuan berupa kursi roda diberikan LK ESQ Jatim kepada seorang anak penderita cacat sejak usia 8 bulan, bernama Aditya (10 tahun) di kediamanya Kendangsari, Tenggilis Mejoyo Surabaya. Bantuan diserahkan langsung oleh Ketua LK ESQ Jatim Iswachyu Dhaniarti dan diterima Ibu Aditya di kediamanya pada Rabu (23/7/2014).

 

9. Bingkisan Lebaran Warga Dhuafa Sekitar Kantor

BINGKISAN WARGA : Suasana pemberian bingkisan lebaran di kantor LK ESQ Jatim

Bantuan LK ESQ Jatim berupa paket bingkisan lebaran yang berupa beras, gula, sirup, biscuit, kue, mie, minyak goreng, teh, dll sebanyak 50 paket diberikan kepada para dhuafa fakir miskin disekitar lingkungan kantor dengan cara dibagikan Kupon terlebih dahulu. Penerima bantuan adalah mereka yang berprofesi sebagai abang becak, tukang tambal ban, penjual loper Koran, penjual es batang keliling, petugas kebersihan, dan penghuni rumah petak di Mleto-Klampis, Deles Surabaya. Paket bantuan ini diambil warga pada Rabu pagi 09.00 bertempat di Kantor LK ESQ Jatim Ruko 21 Klampis Blok A/14 Surabaya.

 

10. Bingkisan Lebaran Liponsos

PENDERITA PSIKOTIK : Bantuan bagi warga penghuni Liponsos gangguan kejiwaan

Bantuan LK ESQ Jatim berupa paket kue sejumlah 1500 buah dan bingkisan lebaran sejumlah 20 buah untuk karyawan dan penghuni Liponsos diberikan pada Rabu pukul 16.00 (23/7/2014) bertempat di kantor Liponsos Jl. Keputih Tegal Surabaya. Bantuan diserahkan Hj.Iswachyu Dhaniarti, DS, ST, M.HP dan diterima secara langsung oleh Ketua Liponsos Sri Supadmi. Dalam kesempatan meninjau lokasi/barak Psikotik gangguan kejiwaan, Bunda Yayuk sapaan akrab Iswachyu menuturkan “pentingnya agama dan Tuhan tempat berpegang dan mengadu dari semua masalah”.

 

11. Bingkisan Lebaran Keluarga Pasien Paliatif

BINGKISAN PALIATIF : Suasana saat penyaluran bantuan di RS.dr.Sutomo Surabaya

Bingkisan yang berupa paket lebaran kembali diberikan untuk keluarga pasien Paliatif dan Perawat sejumlah 50 paket berisi gula, biscuit, sirup, kue, mie instan, minyak goreng dll. Bantuan diterima Kepala Paliatif dr. Agus Ali Fauzi di poli Paliatif RS. Dr. Sutomo Surabaya Kamis pagi pukul 09.00 WIB (24/7/2014).

 

12. Bingkisan Lebaran Keluarga Pasien Hemodialisa

BINGKISAN HEMODIALISA : Suasana saat penyaluran bantuan di RS. Al-Irsyad Surabaya

Rombongan melanjutkan perjalanan ke RS. Al-Irsyad Surabaya diterima dr.Ahmad Bakarman (Direktur) beserta jajaranya Kamis pukul 10.30 (24/7/2014). Rombongan berkesempatan meninjau ke ruang Hemodialisa dimana pasien sedang menjalani cuci darah. Ketua LK ESQ Jatim. Hj. Ir. Iswachyu Dhaniarti, DS,ST, M.HP menyerahkan secara langsung bingkisan tersebut ke sejumlah pasien yang sedang menjalani perawatan tersebut.

 

13. Bingkisan Lebaran Para Da’i

BINGKISAN DA'I : Suasana saat penyaluran bantuan untuk Da'i di terima Pengurus DDI

Paket bingkisan lebaran diberikan ke sejumlah da’i/mubalig sebagai bentuk penghargaan tali asih kepada mereka yang sudah memberikan dakwah dalam menyebarkan dan mengajak kebaikan kepada masyarakat terutama untuk daerah-daerah yang terpencil seperti Malang Selatan, Blitar, Lumajang dll. Bantuan diterima Isteri Almarhum KH.Imam Buchori Ketua DDI (Dewan Dakwah Indonesia) Kamis sore pukul 17.00 sejumlah 20 paket bingkisan lebaran.

 

14. Bingkisan Lebaran para Lansia

BINGKISAN LANSIA : Bantuan untuk Lansia di kawasan Klampis Semalang & Mleto

Paket bingkisan lebaran juga diberikan kepada 20 Lansia di daerah Klampis, Mleto Surabaya pada Minggu terakhir menjelang lebaran Jum’at pagi pukul 08.30 (25/7/2014). Selain paket bingkisan para Lansia ini juga menerima bantuan Mukena. Bantuan diterima dengan suka cita dan perasaan haru, bahagia bersama keluarga dalam menyambut datangnya hari raya Idul Fitri.

 

15. Program Tebar Al-Qur’an

TEBAR AL-QUR'AN : Pembagian Al-Qur'an untuk Masjid & Mushola di Masjid Baiturrahman

Sebanyak 100 Al-Qur’an dan Mukena dibagikan kepada masjid dan mushola selepas Shalat Jum’at di Masjid Baiturrahman (25/7/2014). Program Tebar Al-Qur’an ini di hadiri beberapa takmir dan panitia dari beberapa masjid dan mushola baik di Surabaya maupun luar Surabaya (perwakilan Panitia) seperti Madiun, Jombang dan Kediri.

 

16. Buka Bersama Yatim Dhuafa dan Bantuan Perlengkapan Sekolah

BUBER YATIM : Dr. Sofyan dan dr. Nunuk saat memberikan bingkisan untuk yatim

Seperangkat alat tulis juga diberikan LK ESQ Jatim kepada 55 anak Yatim dalam acara Buka Bersama di kediaman keluarga dr. Sofyan, Pakuwon City, Laguna Virginia Regency Surabaya pada Jum’at sore pukul 16.30. Sebagai dr.Spesialis Syaraf ternama dr. Sofyan menyampaikan rasa bahagianya bisa bertemu kembali dengan Keluarga Besar Alumni ESQ. Beliau juga menyampaikan bagaimana ESQ telah memberikan spirit baru, inspirasi dan pencerahan bagi perjalanan karir dan hidupnya lebih spiritualist. Ujar beliau yang mengaku tidak pernah meminta urusan materi dan dunia dalam berdoa, namun justru Alloh memberikanya dalam kelimpahan dan keberkahan.

 

17. Program Dakwah dan Tausiyah untuk Warga

TAUSIYAH : Program Dakwah & Tausiyah oleh Gigih Eko untuk warga Lansia

Program dakwah dengan memberikan tausiyah mewarnai program LK ESQ Jatim tahun ini, sebagai da’I yang kerap kali di undang mengisi ceramah di masjid dan mushola. Gigih Eko (Staf Program dan Operasional LK ESQ Jatim) ini memberikan jadwal mengisi tausiyah dalam syiar Ramadhan untuk jamaah Lansia di wilayah Klampis Surabaya.

Program dakwah menebar kebaikan ini dilakukan pada tgl 8, 15 Juli di rumah Mbah Salmah dan Mbah Sriwayah dan diikuti sebanyak 20 Lansia.

Usia sudah senja meski kadang maut tak mengenal usia begitulah hidup sebagai ladang menimba ilmu menebar amal kebajikan bermanfaat bagi diri sendiri lebih-lebih kepada sesama  sebagai bekal menghadap kepadaNya. (Choir)