Sebuah Oase

Featured

Ditengah carut marutnya situasi pasca badai krisis ekonomi yang berimbas pada krisis multidimensi tiba tiba kondisi bangsa ini menjadi sangat memprihatinkan. Sebagai anak bangsa yang meyakini akan adanya Sang Khalik, tidak sepatutnya membiarkan hal ini terus terjadi. Maka dengan teriakan lantang, seorang Ary Ginanjar mengukuhkan Visi Indonesia Emas 2020. Satu Visi yang menggetarkan hati nurani. Satu kesadaran kita. Dan tiba tiba visi ini menjadi mimpi semua orang. Menginspirasi setiap insane di negeri ini.
Untuk mendukung terwujudnya visi ini, beberapa Alumni ESQ berkumpul dan mendirikan lembaga, dengan moment pertama pemberian bantuan kepada korban bencana Tsunami Aceh.
Ternyata aktivitas lembaga ini terus bergerak mendapat sambutan hangat dari tiap Alumni ESQ penuh semangat. Maka dalam pejalanannya lembaga ini resmi menjadi lembaga kemanusiaan ESQ. Selain menggali donasi lainnya lembaga ini secara resmi juga menampung dan menyalurkan dana Zakat, Infaq, dan Shodaqoh, hal ini dilakukan berdasarkan SK BAZNAS No. 05 Tahun 2006.

Founder ESQ Kunjungi Redaksi Jawa Post

GRAHA PENA : Kunjungan Ary Ginanjar beserta rombongan ke redaksi Jawa Post

Dalam kunjungan singkat ke Jawa Post, Sabtu (13/9) Ary Ginanjar menegaskan kembali visi dan misi ESQ dalam melakukan percepatan transformasi karakter dan budaya bangsa melalui ESQ Way 165.

Berangkat dari keperihatinan permasalahan bangsa yang tidak kunjung selesai baik dibidang ekonomi, sosial maupun politik, lebih-lebih permasalahan yang melanda generasi muda sebagai penerus bangsa. Bandul permasalahan ini seakan tidak mau berhenti seperti bola salju semakin membesar dan sulit diatasi semua bermuara karena moral, karakter dan  minimnya tauladan ditengah masyarakat dan budaya bangsa.

Diingatkan kembali bahwa ESQ hadir membawa nilai-nilai luhur 7 Budi Utama yang tertuang dalam the ESQ Way 165 memiliki visi dan misi membangun Indonesia Emas 2020 mendorong pemerintah dalam membangun karakter dan moral bangsa. “ESQ adalah ruh Bangsa” seperti telah disampaikan Dahlan Iskan, ujar Ary G.

Bapak Pembangunan Karakter ini menambahkan pentingnya bangsa Indonesia maju secara ekonomi tetapi tidak kehilangan jati diri, membangun karakter yang berbasis spiritual dengan tidak melanggar nilai-nilai luhur Bangsa Indonesia.  Sebagai garda terdepan sudah sepantasnya generasi muda mendapatkan perhatian secara serius, untuk itulah Ary Ginanjar Agustian tidak hanya aktif memberikan pelatihan kepada para professional. Pendiri ESQ Leadership Centre itu juga “blusukan” ke kampus-kampus untuk membangun karakter mahasiswa.

PAPARAN : Pemaparan Visi-Misi ESQ dan sesi dialog bersama Pemimpin Redaksi Nurwachid dan tim

Sebelumnya ke kampus di Madura sekarang kampus di Surabaya, “kata ayah enam anak tersebut. Kepedulianya kepada anak muda tidak hanya berbentuk pelatihan. Bersama Prof. Ir. Suryana Tjahja Djajadiningrat (Alm) dia juga mendirikan ESQ Business School. Tahun ini adalah tahun kedua bagi para mahasiswa. Kampus yang mempunyai dua program studi  manajemen bisnis dan manajemen bisnis informatika itu menerapkan pendidikan karakter bagi mahasiswanya.

Dengan pelatihan dan pendidikan, diharapkan para mahasiswa tersebut menjadi generasi emas pada masa mendatang, Insya Alloh. Amin. (Choir)

Semangat Kebangkitan Moral Menuju Indonesia Emas 2020

Achmad Zaki, ST (Branch Manager ESQ Leadership Centre) Jatim

Tahun 2005 menjadi tonggak awal mula Achmad Zaki berkiprah di ESQ, Sebelumnya Bapak satu putera ini berkecimpung di dunia pertambangan dengan suasana yang berbeda dengan ESQ, “di ESQ saya merasa ini bukan sekedar kerja melainkan sebuah amanah besar untuk menyebarkan nilai-nilai kebaikan, hal inilah yang mendorong saya hampir 10 tahun terus berjuang bersama-sama dalam menyebarkan 165”. akunya.

Bapak yang tidak sombong dan cukup hangat ini menambahkan bahwa menginjak di usia yang ke 14 tahun ESQ tetap on the track di dalam misi yang sama seperti pertama ESQ didirikan, semangat ESQ ada karena keinginan untuk membawa angin perubahan moral bangsa, inilah wilayah yang saat ini menjadi sorotan di Indonesia. Seraya mengutip lagu Indonesia raya “Bangunlah Jiwanya bangunlah badanya”, memberikan gambaran bahwa disamping physical, hal terpenting adalah membangun mental spiritual, Semangat inilah yang terus didorong dan dibawa oleh ESQ bahwa untuk mencapai Indonesia emas perlu dibangun karakter yang baik.

Sejalan dengan misi Rasulullah SAW diutus yaitu untuk memperbaiki akhlaq manusia”. Tuturnya.

Ketika disinggung tentang peranan Pemuda menghadapi tantangan kedepan, Bapak yang ulang tahun 12 oktober ini menuturkan bahwa tanpa kesiapan mental dan spiritual maka akan lahir generasi yang sangat rentan terhadap stres dan perubahan yang dinamis, saat ini saja banyak anak2 muda yang bahkan melakukan percobaan bunuh diri dengan hanya alasan yang sangat tidak masuk akal.

Fokus training ESQ kepada pembentukan moral dan spiritual, mengingat dalam kompetensi dasar SDM ada 3 modal : Skill, Knowledge dan Attitude. Skill Knowledge hanya 10 – 20 persen menetukan sukses seseorang, sedangkan 80 – 90 persen sukses seseorang lebih ditentukan oleh Attitude.

Dalam membangun karakter bangsa tentu harus dimulai membangun dari akarnya terlebih dahulu, itu pula semangat yang dibawa oleh pendiri bangsa kita bapak proklamator indonesia bung karno “Nation Character Building” atau saat ini sedang ramai dibicarakan mengenai Revolusi Mental, semoga kami bisa memberikan kontribusi dalam pembangunan mental dan spiritual dengan membawa samangat perubahan mindset baik pemerintahan dan swasta

Diakhir cerita, beliau mengajak bersama untuk mengkampanyekan gerakan kebangkitan moral dengan menjadikan diri kita masing2 menjadi role model 7 budi utama, dimana jujur, tanggung jawab, visioner, didiplin, kerjasam adil dan peduli menjadi prinsip, seperti ketika 7 prinsip bushido menjadi prinsip bagi orang Jepang, mereka malu kalau tidak jujur bahkan mereka rela harakiri demi menegakkan prinsip moral namun tentu kita tidak harus melakukan hal tersebut. 7 budi utama adalah semangat menuju “fastabikul khoirot” dimana kita berlomba2 menuju kebaikan, menuju kebahagian sejati, menuju ketentraman sejati bekal untuk berjumpa dengan Allah sang pemilik kebaikan. Selamat berjuang untuk pejuang kehidupan, sukses dunia akhirat, salam juang165. Tuturnya penuh semangat. (Choir)

Biodata

Nama (beserta gelar)       : ACHMAD ZAKI, ST

Tmp/Tgl/Lahir                   : TEGAL, 10 OKTOBER 1977

Pendidikan                       : S1- TEKNIK GEOLOGI

Pekerjaan/Jabatan   :

2007 – 2009                : Trainer di wilayah Malang

2009 – 2010                : Leader publik DKI

2010 – 2012                : Trainer penempatan di Wilayah Riau dan Kepulauan Riau

2012 – 2014                : Branch manager Riau dan Kepulaun Riau

2014 – sekarang        : Branch Manager Jawa Timur

PGN – LK ESQ Jatim dalam Program Mobil Sehat

Ketua LK ESQ Jatim diterima P. Sutopo Penanggung Jawab Prog, TJSL di PGN Surabaya

Setelah LK ESQ Jakarta bersinergi lebih dari 5 tahun dalam memanfaatkan dana CSR dengan PGN kini giliran LK ESQ Jatim mengambil peran tersebut. Bertempat di kantor PGN Jl. Pemuda Surabaya Selasa, (23/9) Bunda Yayuk (Ketua) bersama P.Yudha (Sekum), Huda (Manager) dan Eko Nugroho (Mgr.Program LK Jakarta) di temui P. Sutopo. Beliau termasuk orang yang paling bertanggung jawab di PGN dalam Program Tanggung Jawab Sosial & Lingkungan (TJSL).
Implementasi semua program TJSL disesuaikan dengan hasil temuan analisis dampak lingkungan (AMDAL) serta Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UKL-UPL) yang dilaksanakan sebelum pembangunan tiap rute jaringan pipa transmisi dan distribusi.

Bermitra dengan LK ESQ Jatim akan bersama-sama memberikan layanan sehat terutama wilayah yang dilalui jaringan pipa diantaranya yaitu Sidoarjo dan Pasuruan. Program ini memiliki visi dalam memberikan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat baik dalam  program pendidikan maupun dalam melindungi lingkungan. (Choir)