Sebuah Oase

Featured

Ditengah carut marutnya situasi pasca badai krisis ekonomi yang berimbas pada krisis multidimensi tiba tiba kondisi bangsa ini menjadi sangat memprihatinkan. Sebagai anak bangsa yang meyakini akan adanya Sang Khalik, tidak sepatutnya membiarkan hal ini terus terjadi. Maka dengan teriakan lantang, seorang Ary Ginanjar mengukuhkan Visi Indonesia Emas 2020. Satu Visi yang menggetarkan hati nurani. Satu kesadaran kita. Dan tiba tiba visi ini menjadi mimpi semua orang. Menginspirasi setiap insane di negeri ini.
Untuk mendukung terwujudnya visi ini, beberapa Alumni ESQ berkumpul dan mendirikan lembaga, dengan moment pertama pemberian bantuan kepada korban bencana Tsunami Aceh.
Ternyata aktivitas lembaga ini terus bergerak mendapat sambutan hangat dari tiap Alumni ESQ penuh semangat. Maka dalam pejalanannya lembaga ini resmi menjadi lembaga kemanusiaan ESQ. Selain menggali donasi lainnya lembaga ini secara resmi juga menampung dan menyalurkan dana Zakat, Infaq, dan Shodaqoh, hal ini dilakukan berdasarkan SK BAZNAS No. 05 Tahun 2006.

“PENGENDALIAN DIRI (Self Controling) MEMELIHARA NILAI (Values).”

Kajian kali ini bertempat di conference Hall 2 SMA Negeri 4 Kota Probolinggo dan sangat istimewa karena dibawakan langsung oleh Korda FKA ESQ Probolinggo Cipto Santosa dengan tema “PENGENDALIAN DIRI (Self Controling) MEMELIHARA NILAI (Values) ”.

H, Ir. Cipto Santosa (Korda FKA ESQ Probolinggo saat memberi materi Kajian

Cipto Santosa mengatakan, “Pengendalian diri merupakan satu aspek penting dalam kecerdasan emosi (Emotional Quotient). Aspek ini penting sekali dalam kehidupan manusia sebab musuh terbesar manusia bukan berada diluar dirinya, namun justru berada dalam dirinya sendiri. “ Hanyalah orang yang sabar yang akan menerima pahalanya tanpa batas.” (Qs Az-Zumar 39;10).

Personal Strength Rukun Islam : 1.Memiliki mission statement yang jelas yaitu 2 kalimat syahadat sebagai tujuan hidup, dan komitmen kepada Tuhan. 2. Memiliki metode pebangunan karakter (Character building) melalui sholat 5 waktu. 3. Memiliki kemampuan pengendalian diri (Self controlling) yang dilatih dan disimbolkan dengan puasa. 4.Potensi dikeluarkan melalui Zakat (Strategic collaboration). 5. Potensi dikeluarkan melalui Haji (Total action). 5 Rukun Islam yang digambarkan selalu beredar memiliki tujuan utama yaitu; 1. Memelihara dan menjaga Core Values atau nilai dasar spiritual, yaitu suara hati Illahi yang terdapat dalam God Spot pada pusat orbit. 2. Memelihara tujuan dasar (core purpose) yaitu pengabdian manusia kepada Tuhan.

Cara 5 Rukun Islam mampu menjaga core values dan core purpose selalu dalam garis edarnya. 1. Core purpose atau tujuan dasar spiritual manusia adalah pengabdian hanya kepada tuhan  bukan kepada jabatan, uang,harta, atau kelompok. Pesan Nabi Ibrahim itu dilatih dengan syahadat 9X sehari semalam dalam sholat 5 waktu. 2. Core values atau nilai dasar spiritual pada God Spot, dilatih dengan sifat-sifat Allah dalam sholat 5 waktu. Sehingga nilai-nilai mulia seperti kasih sayang, kejujuran, tanggung jawab, disiplin, kerjasama, adil dan peduli, terinternalisasi melalui pengulangan ucapan dalam sholat.

Puasa berfungsi untuk memerangi sikap-sikap negative yang dapat merusak core values dan core purpose. Sikap yang merusak core values kejujuran, kecurangan puasa merupakan wujud usaha melawan hawa nafsu, untuk menghentikan pengerusakan core values atau fitrah suara hati pada God Spot. Sikap yang merusak core purpose bertujuan mengejar harta, jabatan, kehormatan dan kekuasaan. Puasa merupakan cara untuk mengembalikan core purpose pada garis orbitnya semula, yaitu pengabdian kepada Allah. “Hanya kepada Allah lah sujud (patuh) segala apa yang dilangit dan dibumi, baik dengan kemauan sendiri ataupun terpaksa (dan sujud pula) bayang-bayangnya diwaktu pagi dan petang hari.” (Qs 13 Ar Ra’d 15). Fitrah manusia berupa suara hati illahi pada God Spot juga dizakatkan atau dikeluarkan dalam bentuk action dan tidak hanya disimpan didasar hati dalam bentuk values saja. Haji merupakan kegiatan untuk mengerahkan seluruh potensi spiritual dalam God spot kita dengan sepenuh hati. 1.Tawaf, Membangun mental tauhid kita. 2. Wukuf, Mengenal potensi kita dan Tuhan kita. 3. Melempar jumroh, membersihkan belenggu hati kita. 4. Sa’I, berlari tak kenal lelah, pantang menyerah dan tak jenuh. Kelima langkah itulah yang menjadi pembimbing setiap gerak, sekaligus mekanisme pemeliharaan nilai-nilai dasar spiritual(core values) dan tujuan dasar spiritual(core Purpose) ditengah berbagai perubahan disekitar kita.

Sebelum acara kajian ditutup bapak Cipto memberi 7 tablet untuk meredam emosi yaitu: 1. Marah, ucapkan Istiqfar. 2.Kehilangan dan sedih, ucapkan Inalilahi wa inaillahi rojiun. 3.Bahagia, ucapkan Alhamdulillah.  4.Kagum, ucapkan Subhanaallah. 5.Takut, ucapkan Takbir. 6.Panik, ucapkan Laa Hwla wala qwata. 7.Cemas, ucapkan Laa illaaha illallah. Semoga apa yang disampaikan pemateri bermanfaat bagi kita semua. Aamiiiin Ya Robbal Alamin. (SR).

Program Peduli Gizi & Sehat Untuk Warga Binaan Kenjeran dan Keputih

EXPRESI : Warga Binaan Keputih saat usai terima bantuan

2 Warga di kawasan Keputih Tegal dan Bulak Kenjeran ini merupakan warga binaan LK ESQ Jatim, mengingat kondisi warga yang cukup memperihatinkan baik dari social, ekonomi maupun pendidikan warganya.  Berturut-turut program LK ESQ Jatim menyentuh 2 daerah tersebut, baik tentang pemberian alat peraga pendidikan PAUD, program peduli Gizi Kornet maupun pemberian sabun mandi, bagaimana profil daerah tersebut marilah kita ikuti jejak penelusuran yang lakukan tim redaksi.

SERAH TERIMA : Bantuan LK ESQ Jatim diterima P.Gatot (Ketua RT 3) Keputih

Sebagai kota terbesar ke dua setelah Jakarta, Surabaya merupakan kota metropolis dengan sederet gedung gedung pencakar langit dan rumah-rumah mewah bertingkat. Namun siapa sangka disudut pinggir kota masih banyak dijumpai pemandangan warga yang hidupnya sangat sederhana dan serba kekurangan. Dalam Program Peduli Gizi dan Sehat ini LK ESQ Jatim membidik warga yang berdomisili di kawasan Kenjeran dan Keputih Surabaya, berturut-turut program ini di adakan pada 6 dan 11 Juni 2014.

Melewati jalan dengan panorama pantai ria Kenjeran serasa menyenangkan sebuah pemandangan laut dan desiran deru ombak ikut menemani perjalanan rombongan menuju daerah bantuan yang berjarak kurang lebih 1 km dari bibir pantai tepatnya daerah Bulak Kenjeran Surabaya di huni 60 KK warganya hidup serba pas-pasan dengan mata pencaharian rata-rata tukang batu, pemulung dan buruh cuci. Kedatangan rombongan sudah ditunggu warga dengan didamping Nanik Suminarko selaku Ketua RW 3 pada (6/6/2014) pagi itu, bantuan yang berupa Sabun Mandi kualitas eksport diserahkan sebanyak 480 buah.

PENYALURAN : Bantuan untuk warga Bulak Kenjeran diterima Ibu Nanik Suminarko (Ketua RW 3)

Sementara itu pada (11/6/2014) Program Peduli Gizi dan Sehat juga disalurkan ke sebuah daerah di kawasan Keputih yang dihuni kurang lebih 200 KK warga dikawasan Keputih ini mayoritas warganya tinggal di rumah petak yang terbuat dari triplek, anyaman bambu serta beralaskan tanah meski demikian tak nampak kesan kumuh atau kotor itu barangkali karena kebanyakan warga berprofesi sebagai petugas kebersihan/penyapu jalan, sisanya adalah pembantu rumah tangga, abang becak, tukang batu, sopir, pemulung dsb.

BANTUAN : Warga Keputih saat terima bantuan

Potret kehidupan warga diatas dijumpai di kawasan Keputih Sukolilo Surabaya, hal ini yang kemudian mendorong LK ESQ Jatim untuk memberikan santunan dalam Program Peduli Gizi dan Sehat yang berupa Kornet sapi dan Sabun.

Dalam misi bantuan ini didepan warga Khoirul Huda (Manager) menyampaikan bahwa kornet ini merupakan qurban dari donatur LK ESQ Jatim pada hari raya Idul Adha tahun yang lalu lebih flexible dalam pendistribusianya karena kemasan kornet bisa tahan sampai 3 tahun dengan nilai gizi yang cukup tinggi, komposisi kandungan dalam kaleng adalah daging, tepung terigu, serat gandum, protein nabati, garam, gula, dan natrium nitrit.

KONDISI : Perkampungan Warga Binaan Keputih

Sedang sabun mandi merupakan bantuan CSR dari PT. Unilever kepada LK ESQ Jatim untuk selanjutnya diberikan kepada warga terkena dampak bencana, seperti yang sudah pernah disalurkan ke warga bencana Kelud di Pujon Malang.

Melimpahnya bantuan untuk bencana Kelud membuat LK ESQ Jatim menyisakan sebagian untuk program Peduli Sehat dan memberikanya kepada fakir, miskin, dhuafa maupun yatim piatu.

ACARA : Saat ini acara bersama warga

Hadir pada acara serah terima bantuan sekitar 40 warga bersama RT dan RW setempat, salah seorang warga yang ditemui menyatakan rasa gembiranya memberikan bantuan ini apalagi bantuan yang diberikan cukup banyak sehingga bisa dibagi secara merata untuk 200 KK yang berdomisili disini, begitu dituturkan bu Fatoni Ketua RT 3 saat dijumpai redaksi.

Di akhir acara warga berharap LK ESQ Jatim mengadakan program-program social yang bisa terus berkelanjutan mengingat kondisi warga yang kurang mendapat perhatian. (Choir)

Sukses itu Kalau Target Bisa Tercapai

Kata `sukses` bisa memiliki makna yang tidak selalu sama pada setiap orang. Apakah sukses pada bidang pendidikan, sukses dalam hal pekerjaan atau karir, sukses karena dapat terpenuhi cita-cita, dan sebagainya.

“Sukses itu kalau ada target, terus dapat mencapai target tersebut,” kata Tonny Hartono Bagio.

Target inilah yang dalam pikiran setiap orang berbeda-beda ukurannya. Mungkin pada titik tertentu orang sudah mengaggap dirinya sukses, tetapi tidak bagi orang lain karena targetnya lebih tinggi lagi dari dia. Ini bisa berkaitan dengan pendidikan, pekerjaan, mencari pasangan hidup, hingga spiritual.

“Begitu pula dengan bahagia, rasa itu akan muncul kalau target sudah terpenuhi,” ujar pria yang punya hobi main catur ini, filosofi bahwa dengan berpikir (main catur) maka seseorang tidak mudah `pikun`.

Tonny Hartono Bagio mengatakan, gambaran orang bahagia seperti yang ada dalam pelatihan ESQ (Emotional Spiritual Quotient), antara lain dengan tersenyum. Orang yang dapat tersenyum itu tandanya dia bahagia, asalkan bukan senyum yang karena terpaksa. Orang yang selalu ‘merengut’ atau tidak bisa tersenyum, berarti dia tidak bahagia dalam hidupnya. Dia pun sangat mendukung terhadap program pelatihan yang dilakukan oleh ESQ.

“Saran saya, ada juga nilai ajaran dari kitab atau agama selain Islam yang dimunculkan dalam materi pelatihan, setiap agama punya ajaran ‘kebaikan universal’ untuk pemeluknya,” terang Tonny Hartono Bagio.

Bicara tentang karir, pria yang sangat menyukai pelajaran matematika sejak mengenal sekolah ini mengaku seperti air mengalir. Pernah ingin menjadi dokter seperti anak-anak yang lain ketika ditanya tentang cita-citanya kalau besar nanti, tetapi suami dari Suzanne Joyce ini ternyata takut dengan darah. Sejak pelajar hingga masa kuliah, nilai pelajaran matematika Tonny Hartono Bagio selalu paling tinggi dibandingkan mata pelajaran yang lain, bahkan beberapa kali mencapai nilai sempurna alias 10.

Ir. Tonny Hartono Bagio, MT, MM

Logika yang kuat tersebut akhirnya mewarnai pilihan keberagamaan seorang Tonny Hartono Bagio. Dia menjadi muallaf sejak tahun 1996. Kilas balik memilih Islam sebagai agama yang diyakininya sekarang, karena hati nuraninya merasa cocok dengan Islam setelah membaca buku-buku tentang Islam. Kondisi yang berbeda dengan agama yang dianut sebelumnya, banyak terjadi pertentangan bathin ketika dia menjalani ritual peribadatan di agama lamanya.

Berkaitan dengan pekerjaan sebagai pimpinan (dekan), Tonny Hartono Bagio menerapkan model kekeluargaan dalam mengelola anak buah. Bekerja sesuai job desk, berdasarkan job desk dan tanggung jawab. Jika semua sudah tahu dan bekerja sesuai tanggung jawabnya maka target pekerjaan akan tercapai. [ger]

 

Biodata:

Nama                          : Ir. Tonny Hartono Bagio, MT, MM

Tempat, Tgl/Lhr          : Probolinggo, 12 Oktober 1962

Istri                              : Suzanne Joyce

Anak                            : Eugene Yudhistira Baggio

Pekerjaan                    : Dosen

Jabatan                       : Dekan Fakultas Teknik Sipil Universitas Narotama

Organisasi                   : Sekretaris PITI Jawa Timur